PANDEGLANG – Polsek Carita Polres Pandeglang melaksanakan kegiatan penanganan dan pembinaan terkait beredarnya video aksi perkelahian atau tawuran antarpelajar SMPN 1 Carita, Kabupaten Pandeglang, dengan SMPN 3 Cinangka, Kabupaten Serang, yang viral di media sosial Instagram, Jumat (16 Oktober 2026).
Dalam menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Carita, Aipda Eko, mendatangi SMPN 1 Carita untuk melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang terjadi. Langkah ini dilakukan guna mengetahui kronologi kejadian, mengumpulkan data para siswa yang diduga terlibat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya perkelahian antarpelajar tersebut.
Selain melakukan pendalaman, Aipda Eko juga berkoordinasi dengan pihak dewan guru dan orang tua atau wali murid. Koordinasi tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan, pemahaman, serta arahan kepada para siswa agar tidak mengulangi perbuatan serupa dan dapat menyelesaikan permasalahan secara baik tanpa melakukan tindakan kekerasan.
Polsek Carita menekankan pentingnya peran bersama antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing para pelajar, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sinergi tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya aksi perkelahian antarpelajar yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Pihak sekolah dan orang tua juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para siswa, termasuk penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari. Dengan demikian, potensi terjadinya kesalahpahaman atau konflik antarpelajar dapat diantisipasi sejak dini.
Melalui kegiatan penanganan dan pembinaan ini, Polsek Carita Polres Pandeglang mengedepankan langkah persuasif dan edukatif agar permasalahan tidak berlanjut serta tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Polsek Carita juga mengimbau kepada seluruh pelajar agar menjauhi tindakan kekerasan, tidak mudah terpancing provokasi, dan mengutamakan penyelesaian masalah melalui komunikasi yang baik. Para pelajar diharapkan dapat fokus menuntut ilmu, menjaga nama baik sekolah, serta membangun pergaulan yang positif.
Dengan adanya koordinasi dan pembinaan bersama pihak sekolah serta orang tua atau wali murid, diharapkan situasi tetap kondusif dan kejadian serupa tidak terulang, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan generasi muda.